Perbedaan Jizyah dan Kharaj

A. Jizyah

  • Hak  yang diberikan Allah SWT kepada kaum muslim dari orang-orang kafir karena adanya ketundukan mereka kepada pemerintahan Islam.
  • Jizyah merupakan harta umum yang akan dibagi untuk kemaslahatan umat, wajib diambil setelah melewati 1 tahun dan tidak wajib sebelum 1 tahun.

Jizyah wajib berdasarkan nash Al Qur’an. Allah SWT berfirman :

“ ….sampai mereka membayar jizyah dengan patuh dan mereka dalam keadaan tunduk.” (QS At-Taubah [9];29)

Abu Ubaid meriwayatkan hadits dalam kitab Al-Amwal dari Hasan bin Muhammad yang mengatakan : Nabi SAW pernah menukis surat kepada Majusi Hajar untuk mengajak mereka memeluk Islam, “Siapa saja yang memeluk Ilam sebelum ini, serta siapa saja yang tidak diambil jizyah atas dirinya, hendaknya sembelihannya tidak dimakan, dan  kaum wanitanya tidak dinikahi.”

  • Jizyah wajib diambil dari orang-orang kafir selama mereka tetap kufur dan dikenakan atas setiap orang kafir.
  • Jizyah tidak diambil dari orang yang tidak mampu.
  • Jizyah diambil dari kaum pria dan tidak wajib bagi kaum wanita, anak-anak dan orang gila.
  • Jizyah tidak ditetapkan dengan jumlah tertentu, selain diserahkan kebijakan dan ijtihad khalifah dengan catatan tidak melebihi kemampuan orang yang membayar jizyah.

Ibnu Abi Najih menuturkan; “Aku bertanya kepada Mujahid, “apa alasannya penduduk Syam dikenakan 4 dinar, sedangkan penduduk Yaman hanya 1 dinar?”, Mujahid menjawab, “hal itu hanya untuk mempermudah.” (HR. Al Bukhari).

  • Jizyah diberlakukan bagi orang-orang yang mampu dan bila merasa keberatan maka dianggap utang atas jizyah tersebut.

B.     Kharaj

  • Hak yang diberikan oleh Allah SWT kepada kaum muslim dari kaum kafir.
  • Hak yang dikenakan atas lahan tanah yang telah dirampas dari tangan kaum kafir, baik dengan cara perang atau damai.
  • Kharaj menurut bahasa arab bermakna al kara’ (sewa) dan al ghullah (hasil). Setiap tanah  yang diambil dari kaum kafir secara paksa, setelah perang diumumkan kepada mereka, dianggap tanah kharajiyah. Jika mereka memeluk islam setelah penaklukan maka status mereka tetap kharajiyah.

Abu Ubaid meriwayatkan hadist dalam kitab An-Amwal dari Az Zuhri yang mengatakan, “Rasulullah saw menerima jizyah dari orang Majusi Bahrain.”

Az-Zuhri menambahkan, “siapa saja di antara mereka yang memeluk Islam, keislamannya diterima, dan keselamatan diri dan hartanya akan dilindungi, selain tanah. Sebab, tanah mereka adalah harta fai’ (rampasan) bagi kaum musli, karena orang tersebut sejak awal tidak menyerah, sehingga dia terlindung.” Maksudnya terlindungi dari kaum muslim.

  • Jumlah kharaj yang diambil atas tanah dihitung berdasarkan kandungan tanahnya.
  • Dalam memperkirakan kharaj dengan memperhatikan 3 aspek yaitu berdasarkan luas tanah, luas tanaman, kadar hasil panen.
  • Bila tanah mengalami perbaikan sehingga menambah hasil panen/tanah terserang faktor-faktor yang bisa mengurangi hasil maka harus  diteliti lebih dahulu.
  • Bila penambahan hasil panen dikarenakan usaha petani, misal karena mereka telah menggali sumur/membuat saluran air maka mereka tidak ditambah beban pungutan.
  • Bila berkurangnya hasil panen karena ulah sendiri, misal merusak saluran air maka pungutan mereka tidak dikurangi, mereka diperintahkan memperbaiki alat-alatnya.
  • Bila bertambah karena ulah negara, misal menggali sumur untuk mereka maka negara boleh menambah pungutan kharaj.
  • Bila hasil panen berkurang karena ulah negara maka negara wajib mengurangi pungutan kharaj.
  • Namun bila bertambah dan berkurang karena faktor alam, maka kharaj ditetapkan atas tanah tersebut menurut kadar kandungan sehingga penduduk tidak merasa dizalimi.
  • Kharaj ditentukan dalam jangka waktu tertentu dan tidak terus-menerus. Ketentuan ini bisa berubah ketika berakhirnya waktu tertentu mengikuti kandungan tanah saat memperkirakan waktu yang baru.

Terpisahkan oleh Agama

Yap,,sempurna, aku pikir judul diatas sangat pas untuk kondisi sekarang, termasuk pada kondisi yang ku alami dalam cerita hidupku yang baru. Walaupun sebenarnya, sudah lama juga hal tersebut terjadi, hanya aku-nya aja yang baru mengetahui dan memahaminya. J hehe

MPK..,OSIS…, Rohis… tiga organisasi yang termasuk termasyur di sekolah-sekolah, khususnya SMA. Walaupun notabene-nya rohis itu masuk salah satu subsi Osis. Dua dari tiga organisasi tersebut tercantum namaku  sebagai pengurus.

Sampai sekarang pun aku masih mencoba menikmati kedua organisasi tersebut. Yaapp.. aku pikir memang cocok untuk menyebutnya “mencoba menikmati”. Namun bukan berarti aku sudah tidak berkomitment, tapi ya memang keadaannya yang seperti itu.

Sulit untuk mengajak keduanya berjalan berdampingan, ditambah dengan kondisi para pengurus-pengurusnya yang sedemikian rupa.  :p hehe piiss ^^v

Tapi, okelah menurutku bukan itu sih akar masalahnya. Bisa jadi, karena mereka menganggapan bahwa nilai-nilai  urusan di Rohis, Osis, MPK itu berbeda dan hasil yang didapatpun berbeda. Maksudnya, mereka berpikir di Rohis “aku bisa memperoleh bekal di akhiratku kelak”, jadi lebih berpikir hanya di rohis aku bisa mendapatkan nilai ibadah. Sedangkan urusan di Osis dan MPK dianggap lebih mementingkan ke urusan keduniawian yang di dalamnya sulit akan diperoleh nilai ibadah bahkan menganggap tidak ada nilai ibadahnya sama sekali.  Is that true, guys? Waoow (-__-“)

Namun, benarkah sikap yang demikian?? :0

Berdasarkan analisis, sikap seperti itu merupakan salah satu sikap yang telah “memisahkan agama dengan kehidupan” atau istilahnya adalah  “Sekularisme”. Menurut pandangan islam hal tersebut tidak dibenarkan bahkan dilarang. Sekularisme adalah hasil pergolakan sengit  antara para filosof dan tokoh cendekiawan dahulu. Sebagian dari mereka mengingkari adanya agama secara mutlak. sedangkan sebagian yang lain mengakui adanya agama, tapi menyeru agar dipisahkan dari kehidupan dunia. Sampai akhirnya pendapat mayoritas dari kalangan filosof dan cendekiawan cenderung memilih ide yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga pihak cendekiawan yang sekaligus tokoh politik tidak menginginkan agama ikut campur dalam urusan politik. Itulah hasil kompromi antara kedua kubu tersebut.

Hal tersebut berbeda dengan “Dinul Qoyyimah” ini, Islam. Dalam islam tidak ada istilah pemisahan agama dengan kehidupan. Dalam islam agama selalu mewarnai segala aspek kehidupan. Setiap muslim yang mengaku sebagai Hamba Allah harus mengetahui hubungan diri sendiri dengan Allah saat melakukan suatu perbuatan sehingga seluruh perbuatannya sesuai dengan perintah dan larangan Allah. Termasuk ketika mengurusi urusan Rohis, Osis dan MPK juga dikaitkan dengan hubungan kita terhadap Allah dan tentunya sesuaikan dengan Syariat Allah. Sehingga di dalam berbuat tetap ada kaitannya dengan ibadah kepada Allah. Serta di dalam Diin ini tidak dikenal adanya istilah agamawan ataupun politikus. ~Diin inilah ynag mewarnai kehidupan~ 🙂

Jadi, disamping rohis kita juga bisa dapat nilai ibadah. Walaupun  mengurusi  Osis dan MPK tetap bisa memperoleh nilai ibadah dengan catatan kita harus mengaitkan hubungan kita terhadap Allah dan berbuat sesuai dengan Syariat-Nya.

 

Pattimura, Seorang Mujahid ?!

Semua orang tentunya tahu Pahlawan Nasional Maluku yaitu Kapitan Pattimura. Tapi kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya Pattimura adalah seorang muslim. Selama ini dalam buku-buku sejarah selalu dikemukakan bahwa Pattimura adalah seorang Kristen.

Sebenarnya nama asli Pattimura adalah Ahmad Lussy. Tapi sejarah menulisnya sebagai Thomas Mattulessy, yang identik Kristen. Distorsi sejarah ini berlangsung sejak masa Orde Lama hingga Orde baru dan belum diubah hingga kini. Sehingga sampai saat ini masyarakat lebih percaya bahwasanya Pattimura adalah seorang Kristen, karena Maluku identik dengan Kristen.

Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Pattimura adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulan, yang saat itu diperintah olah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal juga dengan sebutan sultan kasimillah (kazim Allah/asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Menurut sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara, Pattimura adalah seorng muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di Maluku adalah bangsawan atau ulama atau malahan keduanya.

(Sumber Informasi : Media Umat)

Alkisah,,,,

Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas.

si lelaki : “salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.”

abu nawas : “salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?” Continue reading

Batu dan Pohon Ara

Alkisah pada suatu saat di sebuah negeri di timur tengah sana. Seorang saudagar yang sangat kaya raya tengah mengadakan perjalanan bersama kafilahnya. Di antara debu dan bebatuan, derik kereta diselingi dengus kuda terdengar bergantian. Sesekali terdengar lecutan cambuk sais di udara.

Tepat di tengah rombongan itu tampaklah pria berjanggut, berkain panjang dan bersorban ditemani seorang anak usia belasan tahun. Kedua berpakaian indah menawan. Dialah sang Saudagar bersama anak semata wayangnya. Mereka duduk pada sebuah kereta yang mewah berhiaskan kayu gofir dan permata yaspis. Semerbak harum bau mur tersebar di mana-mana. Sungguh kereta yang mahal. Iring-iringan barang, orang dan hewan yang panjang itu berjalan perlahan, dalam kawalan ketat para pengawal. Rombongan itu bergerak terus hingga pada suatu saat mereka di sebuah tanah lapang berpasir. Bebatuan tampak diletakkan teratur di beberapa tempat. Continue reading

Langkah-langkah Mengganti Theme atau Background

1. Buka http//www.wordpress.com.
2. Lalu masuk ke Blog anda
3. Arahkan kursor pada “Info” terdapat di atas kiri halaman blog anda lalu klik option “tema” atau “theme” .
4. Klik “Explore the themes” untuk melihat dan memilih tema yangdiinginkan.
5. Ada beberapa pilihan tema melipitu sub-sub : “random” atau “acak”,” “A-Z”,” premium” , “popular” , dan “recently added”.
6. Kemudian klik tema yang dipilih, tunggu hingga ada kata “Activate”, jika sudah muncul klik kata tersebut.

Langkah-langkah Memposting atau Membuat Artikel dalam Blog

1. Pertama bukalah program online yang gunakan lalu ketik http://wordpress.com dan tekan enter.
2. Setelah halaman awal WordPress terbuka, masukkan username dan password anda pada kolom di sebelah kiri halaman dan klik ,maka anda akan masuk ke account blog anda.
3. Carilah tulisan “Quick Express” atau “New Post”. Lalu ketiklah tulisan yang ingin dipostigkan dalam“Quick Express” atau “New Post”
4. Pada “Quick Express” atau “New Post”terdapat bermacam-macam kolom, seperti “Title”, “Content” dan “Tags”.
5. Isikan judul postingan anda ke kolom “ Title”.
6. Isikan postingan anda ke dalam kolom “Content”. Jika ingin menambahkan gambar, video, music, media, dll ada bias klik di tulisan “Upload” atau “Insert”.
7. Kemudian masukkan kata kunci yang menjadi postingan anda pada kolom “Tags”.
8. Nah postingan anda ini dapat di publikasikan dengan meng-klik “Publish” atau dapat disimpan pribadi dengan meng-klik “Save Draft”.